Perbedaan Galvalume dan Zincalume

apa itu zincalume az 100 dan az 150

Baja ringan sekarang lebih popular di bandingkan dengan menggunakan kayu. Alasan di antaranya ialah harga kayu lebih mahal dan mungkin juga ada yang sulit mendapatkan kayu dengan kualitas bagus. Tidak hanya itu, kanyu juga beresiko di makan rayap dalam jangka waktu yang lama, sehingga sekarang banyak pembangunan beralih menggunakan baja ringan sebagai bahan materialnya.

Ada beberapa jenis baja ringan yang ada di pasaran dan berikut jenis – jenisnya:

baja ringan
Galvalume

Galvalume di kembangkan dengan dasar perlindungan eloktrolisa atau reaksi pengorbanan diri (sacrificial) dari suatu logam (zinc) untuk melinkdungi logam lain (baja). Selain itu metode ini di lengkapi dengan lapisan pelindung (barrier) berupa Al untuk menghentikan korosi. Komposisi terbaiknya adalah 55% Al – 43,5% Zinc – 1,5% Silikon.

baja ringan
Zincalume

Zincalume merupakan merk dagang dari salah satu produsen yang cukup terkenal dan juga termasuk pioner dalam produk baja ringan. Saat ini konsumen menduga bahwa zincalume adalah material baja ringan, ternyata dugaan itu salah. Karena kandungan setiap komposisi zincalume sama dengan kandungan komposisi dari pada galvalume, denggan kata lain zincalume dan galvalume itu sama.

Kekuatan dan ketahanan material tergantung ketebalan material dan anti karatnya. Sekarang banyak perusahaan – perusahaan yang menggunakan material ini sebagai bahan baku bagi produk yang hendak di jual. Beberapa contoh misalnya perusahaan pintu kamar mandi, kubah masjid dan mungkin masih banyak lagi produk yang dapat di buat dengan material ini. Dilihat dari kandungan komposisi Zincalume atau Galvalume memiliki sifat anti karat atau korosi lebih besar dari pada Galvanise. Komposisi dari galvanis didominasi oleh zinc sebanyak 97%, kurang lebih 1% alumunium, dan sisanya bahan logam lainnya. Sehingga lapisan tersebut bisa melindungi dari pulotan – pulotan yang menyebabkan karat pada baja.

Apa itu Zincalume® AZ 100 dan AZ 150?

apa itu zincalume az 100 dan az 150

Apa itu Zincalume® AZ 100 – Sebuah produk yang memiliki kualitas bagus tentunya akan menggunakan bahan baku yang bagus pula, agar produk yang di buat tidak mudah rusak atau jelek. Bahan baku yang bagus akan memperoleh hasil yang bagus, entah produknya, customernya, atau tanggapan-tanggapan orang di sekitarnya.

Berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang Zincalume® tipe AZ 100 dan AZ 150, yang sering di gunakan pengrajin kubah masjid.

apa itu zincalume az 100 dan az 150

AZ 100 Merupakan komposisi lapisan 55% aluminium, 43,5% seng, dan 1,5% silikon dengan kadar coating 100 gram/meter persegi. Sedangkan Zincalume® AZ 150 di klaim mengandung logam campuran 55 % alumunium dan 45 % seng dengan kadar coating 150 gram/meter persegi yang di proses dengan akurasi yang tepat sekaligus melalui teknologi tinggi. Tak hanya itu, produknya pun di produksi melalui proses baja celup panas secara kontinyu pada temperatur tertentu. Melihat prosesnya itu, maka wajar jika ZINCALUME® Steel mampu memberikan perlindungan dari korosi.

Di atas merupakan penjelasan tentang AZ 100 dan AZ 150, terus Zincalume® itu terbuat dari apa ? Kenapa banyak pengrajin kubah masjid lebih suka menggunakannya sebagai bahan baku untuk setiap produknya?

Apa itu Zincalume® AZ 100Apa itu Zincalume® AZ 100

Zincalume® merupakan material baja dengan pelapisan yang mengandung unsur alumunium dan zinc. Sifat Aluminium yang tahan karat dikombinasikan dengan Zinc yang keras. Kombinasi dari kedua bahan tersebut lebih tahan karat, kuat dan lebih ringan di bandingkan dengan Galvanis. Untuk itu PT Mustaka Multi Tehnik tidak pernah ragu dalam penggunaan bahan baku dari merek ZINCALUME® Steel, karena sudah terbukti lewat Uji Penyemprotan Larutan Garam, Uji Wilayah Pantai dan Uji Lapangan

Namun berhati-hatilah terhadap banyaknya barang palsu yang beredar di pasaran. Saat ini banyak produsen yang mengaku produknya terbuat dari ZINCALUME® Steel. Namun sekali lagi mereka menegaskan bahwa ZINCALUME® Steel adalah merek dagang yang hanya di produksi oleh BlueScope Steel.

Dekoratif, Seni Terbaik Kubah Khas Mustaka.

dekoratif seni terbaik khas mustaka

Dalam dunia design arsitektur, interior dan seni dekoratif. Kaligrafi atau Ornament adalah hal yang sangat umum di temukan dan di gunakan sebagai dekorasi hingga penunjang estetika desain. Seni dekoratif ini berbentuk apa saja, umumnya tidak menunjang fungsi, namun memberi estetika pada desain bangunan atau benda secara keseluruhan. Sederhananya, ornament bisa di artikan sebagai aksesoris atau gambaran yang di tambahkan pada sesuatu untuk memperindah dan mempercantik hal tersebut.

dekoratif seni terbaik khas mustaka

Salah satunya ialah ornament pada kubah masjid. Kubah pada masjid tidak hanya berperan sebagai hiasan pada masjid, tetapi juga menjadi ikon dan ciri khas masjid itu sendiri. Dengan pentingnya kubah masjid, maka tidak heran jika kubah pada setiap bangunan masjid sengaja semenarik dan secantik mungkin membuatnya.

Saat ini ada banyak sekali pilihan jenis desain, bentuk, bahan, dan harga kubah masjid. Berbagai pilihan bahan dan desain kubah ini akan memenuhi kebutuhan konsumen yang memiliki kebutuhan dan selera yang berbeda – beda

Dekoratif Mustaka

PT Mustaka Multi Tehnik, mempunyai berbagai jenis kubah dengan bahan yang berbeda – beda dan juga lebih banyak motif dengan ciri khas lukis yang mudah untuk di kenali, karena ornament dekoratif pada kubah mustaka seluruhnya menggunakan teknik powder coating.

kubah masjid dekoratifkaligrafi kubah masjid plafond

Mengapa demikian? Melukis kaligrafi, corak dekorasi atau motif lainnya menggunakan cat minyak, air brush, atau cat duco tentu sangatlah biasa dan familiar pada kalangan pengrajin kubah. Namun Mustaka melakukan teknik pelapisan tidak sedemikian rupa.

Ternyata melukis menggunakan sistem powder coating itu sangat memungkinkan dan hasil yang di dapat jauh lebih indah dan baik kualitasnya, untuk membedakannya tentu sangatlah mudah, garis lukis kaligrafi yang diproduksi oleh PT Mustaka Multi Tehnik begitu rapi, menghasilkan garis yang tajam, terdapat pula efek emboss disetiap pinggiran coraknya, menandakan thickness dari pelapisan yang sangat tebal. Itulah ciri khas seni dekoratif pada kubah PT Mustaka Multi Tehnik yang sudah banyak dikenal dan dipercaya.

Setelah di Powder Coating, Bagaimana Hasilnya? Yuk Cari Tahu …

Setelah di Powder Coating, Bagaimana Hasilnya? Yuk Cari Tahu …

Zincalume merupakan baja lembaran lapis logam paduan dengan komposisi 55% Aluminium dan 45% Seng. Komposisi ini memberikan perlindungan yang prima sehingga baja ini cocok untuk berbagai aplikasi bangungan dan manufaktur. Sedangkan Powder Coating merupakan proses pelapisan finishing pada permukaan berbahan dasar khusus Metal seperti Besi, Zincalume & Aluminium. Cat yang berbentuk bubuk ini, dengan proses elektrostatis yang menggunakan alat electrical seperti Spray Gun di semprotkan ke benda yang di kerjakan, dan di panaskan dengan oven dengan estimasi 190-200 Derajat Celcius, menjadikan hasil yang sempurna dan matang.

Setelah di Powder Coating, Bagaimana Hasilnya? Yuk Cari Tahu …

Pelapisan Warna

Pelapisan warna pada produk PT Mustaka Multi Tehnik sepenuhnya menggunakan finishing powder coating. Aplikasi ini sangatlah menguntungkan karena akan memiliki hasil warna yang lebih jelas dan sangat rata. hal itu karena sistem ini memiliki tahapan proses yang lebih kompleks dan rumit di bandingkan dengan pengecatan biasa, sehingga kualitas yang di hasilkan jauh lebih sempurna.

Menara Berbahan Zincalume

Sebelum di lakukan proses powder coating, perlunya treatment khusus sesuai dengan material yang akan di kerjakan. Karena ini akan menempel dengan sempurna setelah proses treatment di laksanakan dengan prosedur yang sesuai dan benar. Setelah proses treatment di laksanakan maka coating siap di lakukan. Proses powder coating yang merata dan warna yang tebal, akan membuat pori – pori benda tertutup dengan sempurna. Berbeda dengan cat minyak, dalam jangka waktu tertentu akan terdapat retakan kecil yang tidak kasat mata.

Menjadi jalan air atau embun maupun uap yang memicu terjadinya karat. Penggunaan teknik cat powder coating di anggap lebih efisien dan hemat di bandingkan dengan teknik lain. Penyebaran warna bisa menghemat menggunakan bahan cat secara langsung, selain itu dengan bantuan alat semua bisa di lakukan dengan mudah.

Produk PT Mustaka Multi Tehnik finishing powder coating antara lain, Kubah Dekoratif Warna, Kubah Panel Warna, Turbine Ventilator, Air Grille, Diffuser & Louvre dan Jendela Aluminium Winka.

Menara Berbahan Zincalume

Menara Berbahan Zincalume

PT Mustaka Multi Tehnik bukan hanya spesialis di bidang produsen kubah. Tapi juga siap menerima request sesuai permintaan dan spesifikasi dari klien. Seperti project yang sedang kami kerjakan sekarang ini, kubah menara dengan bahan zincalume finishing dekoratif. Merupakan baja lembaran berlapis logam paduan komposisi 55% Almunium dan 45% seng, memakai teknik pelapisan sistem powder coating.

Menara Berbahan Zincalume

Perpaduan warna Emas (S/Clear Gold) dan sedikit warna Coklat tua (J/ATQ COPPER) yang berbeda jenis teksturenya. Pelapisan dengan sistem powder coating ini akan menghasilkan warna yang lebih stabil. Keras dan lebih tebal di bandingkan dengan pelapisan konvensional. Ketebalan cat powder coating bisa mencapai 350 mikron atau setara dengan 0,35 mm, sedangkan ketebalan cat minyak pada umumnya sekitar 40 mikron atau setara dengan 0,04 mm.

Menara Berbahan Zincalume

Project menara seperti ini sudah pernah kami buat sebelumnya, tapi dengan bentuk yang berbeda tergantung permintaan pesanan dari konsumen. Lokasi project yang kami kerjakan berada di Daerah Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Semoga project kali ini berjalan lancar sampai ke lokasi tujuan, di beri kemudahan dalam pemasangan dan keberkahan dalam segalanya.

Menara Berbahan Zincalume

PT Mustaka Multi Tehnik selalu mengutamakan kepuasan customer agar selalu di percayakan dalam setiap pembangunan Masjid atau Mushola di seluruh Indonesia. Menjadi produsen kubah yang berkualitas bagus dalam setiap pilihan.

Fakta Masjid Megah Ramlie Musofa, Sunter

Fakta Masjid Megah Ramlie Musofa, Sunter

Masjid Megah Ramlie Musofa merupakan masjid cantik yang dominan berkelir putih yang beralamat di Jalan Danau Sunter Selatan 1, blok 1/10 nomor 12 C 14 A, Bagi kamu yang baru melihatnya, pasti akan melihat sebuah masjid yang mirip dengan Taj Mahal di India.

Ada beberapa fakta menarik dari Masjid Megah Ramlie Musofa ini, di antaranya adalah :

Nama Masjid Berasal Dari Keluarga

Fakta Masjid Megah Ramlie Musofa, Sunter

Nama Masjid tersebut adalah Ramlie Musofa. Ramlie Musofa merupakan nama singkatan dari Ram=Ramli Rasidin, Lie=Lie Njoek Kim, Mu=Muhammad Rasidin, So=Sofian Rasidin dan Fa=Fabianto Rasidin. Nama keluarga di ambil untuk nama masjid harapannya agar selama masjid ini masih di fungsikan inshaAllah pahalanya bisa tetap mengalir kepada keluarga. Selain sang pemilik, Haji Ramli Rasidin juga sangat mencintai keluarganya dan menunjukkan rasa cintanya dengan adanya masjid tersebut. Bangunan masjid ini terdiri dari tiga lantai, lantai dasar di peruntukkan untuk tempat shalat wanita dan ijab kabul, lantai 2 dan seterusnya dipergunakan untuk shalat pria.

Tempat Wudhu Memiliki Tempat Duduk

Diketahui tempat mengambil air wudhu di masjid ini, memiliki tempat duduk. Hal ini di wujudkan untuk memudahkan disabilitas dan juga lansia dalam berwudhu. Selain itu, dalam ruangan berwudhu itu terdapat tata cara berwudhu yang di tulis dalam bahasa indonesia. Mengenai hal tersebut, di maknai untuk memudahkan seseorang yang barj memeluk islam atau muallaf menjalankan kewajibannya jika belum fasih menggunakan bahasa arab. Maka dari itu, di dindingnya dituliskan doa sebelum dan sesudah berwudhu serta tata cara berwudhu.

3. Terdapat Dua Lift

Fakta Masjid Megah Ramlie Musofa, Sunter

Tersedia juga dua lift yang di peruntukkan untuk mempermudah lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas yang ingin beribadah di Masjid Ramlie Musofa. Pengurus dan Imam salat masjid ini, Sholehuddin mengatakan keberadaan lift tersebut juga di gunakan pribadi pemilik jika berkunjung ke masjid miliknya. “Lift bisa di gunakan siapa saja ada dua, khusus untuk di sabilitas, ibu hamil dan lansia, Pak Haji Ramli pun menggunakannya,” kata Sholehuddin.

4. Tiga Bahasa

Pada bagian depan masjid terdapat surat Al-Fatihah yang di ukir di kanan kiri dinding tangga. Tersalat tiga bahasa yang di gunakan, yakni bahasa Arab, Indonesia dan Mandarin. Tujuannya untuk mempermudah muallaf dan wisatawan asing yang berasal dari Tionghoa yang ingin berkunjung ke Masjid Ramli Musofa.

5. Pemilik Seorang Muallaf

Haji Ramli Rasidin merupakan seorang muallaf yang juga keturunan dari Aceh. Saat usianya 19 tahun, Haji Ramli memutuskan untuk memeluk agama Islam. Dan sebagai bukti cintanya pada Allah swt, dibangunnya Masjid Ramlie Musofa. Wujud cinta pada keluraga juga di tunjukkan pada penamaan masjid yang berasal dari potongan atau penggalan nama anggota keluarga. Pada tahun tahun 2011 pembangunan masjid yang berada di tanah seluas 2.000 m2 pun mulai terlaksana. Kemudian masjid selesai di bangun tahun 2016. Setelah masjid jadi, H. Ramli Rasidin pada 15 mei 2016 mengundang Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. H Nasaruddin Umar untuk meresmikannya.

Masjid Besar dan Kubah Megah di Korea Selatan

masjid besar dan kubah megah di korea seatan

Negara yang memiliki 4 musim indah ini selalu menarik perhatian turis dari berbagai dunia. Kemajuan teknologi, keindahan alam, hingga budayanya berhasil menarik banyak turis dari mancanegara setiap tahunnya. Kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa list masjid besar dan megah yang bisa kalian kunjungi sekaligus berwisata di Korea Selatan. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Si’ul Al Markaz

masjid besar dan kubah megah di korea seatan

Masjid pertama yang harus kalian kunjungi ketika berada di ibu kota Korea Selatan yaitu Seoul, masjid yang berpusat di daerah Itaewon. Seoul Central Mosque, menjadi masjid tertua yang berdiri di Itaewon, Korea Selatan. Meresmikan Masjid megah yang indah ini pada tanggal 21 Mei tahun 1976 dan bernama Masjid Si’ul Al Markaz. Masjid yang berada di distrik Yongsan-gu, Itaewon ini memiliki luas bangunan 427 meter persegi, diperkirakan bisa menampung hingga 800  jamaah. Wow, megah sekali kan? Jangan lupa untuk mampir ke tempat ini apabila kalian ingin beribadah ya!

Sirothol Mustaqim

masjid besar dan kubah megah di korea seatan

Selanjutnya masjid megah lainnya bisa kita temukan di Kota Ansan, merupakan daerah yang penduduknya banyak orang asing dan salah satunya adalah orang Indonesia. Masjid itu adalah Masjid Sirothol Mustaqim yang bangunan megahnya terdiri dari 4 lantai. Dimana lantai 1 digunakan sebagai area parkir, wudhu dan juga ruangan untuk imam. Lantai kedua dan ketiga guna untuk sholat, lantai keempat guna sebagai ruangan untuk kegiatan khusus orginasasi Islam di Ansan. Yuk datang dan beribdah di masjid ini!

Abu Bakar Al-Siddiq

Sebenarnya di Korea Selatan ada beberapa masjid yang bisa kita temukan dan bisa kita jadikan tempat untuk melakukan shalat. Selain dua masjid tadi, ketika kalian berkunjung ke Jeonju maka kalian bisa datang ke Masjid Abu Bakar Al-Siddiq. Masjid yang sudah beridiri sejak tahun 1985 ini memiliki arsitektur yang sangat indah dan megah karena memiliki arsitektur dengan paduan desain budaya Korea dan Islami yang bisa kita lihat dari desain atap kubah masjid. Menarik bukan?

Al-Fatah

masjid besar dan kubah megah di korea seatan

Train to Busan? Tenang saja, Busan tidak se-ngeri yang ada di film zombie Train to Busan ya. Di Busan kita bisa menemukan masjid megah yang bisa kita kunjungi sebagai tempat wisata religi dan sekaligus kita gunakan untuk beribadah dengan nyaman. Masjid itu adalah Masjid Al-Fatah yang tepatnya berada di Namsan-dong, Geumjeong-gu, busan. Masjid yang berdiri sejak tahu 1980 ini adalah salah satu masjid tertua kedua setelah masjid di Seoul yang sudah kami sebutkan di poin 1 tadi. Di masjid yang megah dengan cat dominan putih ini kita tidak hanya bisa beribadah saja, kita bisa memperdalam Islam kita di rempat ini. Kita juga bisa membaca dan lebih mengenal agama Islam karena tersedia banyak bacaan Islami di masjid megah ini. Waw, sungguh menakjubkan ya traveler!

Umar Bin Khattab

Masjid megah terakhir yang bisa traveler kunjungi ketika berlibur ke Korea Selatan adalah Masjid Umar Bin Khattab. Masjid yang berlokasi di Gwangju tepatnya Yangsan-Dong, Buk-Gu, Gwangju.Mungkin ketika datang ke masjid ini traveler akan heran karena masjid ini berbeda dengan masjid pada   umumnya. karena masjid ini tidak mengunakan kubah dan biasa saja bentuknya. Namun jangan salah sangka karena masjid ini merupakan salah satu masjid yang menjadi penggerak umat Islam di Gwangju. Yuk datang ke masjid ini!

Nah itu tadi beberapa masjid yang bisa kita kunjungi selama berada di Korea Selatan. Selain bisa beribadah di masijd-masid ini kita juga bisa sekaligus mempelajari bagaimana perkembangan Islam di Korea.

Kubah Masjid Agung Surakarta Bergaya Adat Jawa

masjid agung surakarta

Masjid Agung Surakarta, dahulu masjid ini bernama Masjid Ageng Keraton Hadiningrat dan di bangun oleh Pakubuwono III pada sekitar tahun 1749. Terletak di sekitar Alun-alun Utara Keraton Surakarta, tepatnya di bagian barat, masjid ini memiliki posisi penting dalam penyebaran Agama Islam di Solo.

Pembangunan masjid ini tidak terlepas dari peran penting yang di pegang oleh seorang raja pada saat itu. Ketika itu, raja tidak hanya menjadi pemangku kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan, tapi juga sebagai penyiar agama. Selain itu, pemilihan lokasi masjid yang dekat dengan keraton terinspirasi dari Masjid Agung Demak yang juga di bangun di dekat keraton dan alun-alun keraton.

masjid agung surakarta

Berdiri di atas lahan seluas hampir 1 hektare, bangunan utama masjid yang berukuran 34,2 meter x 33,5 meter mampu menampung sekitar 2.000 jamaah. Sepanjang perjalanannya, masjid ini telah melalui beberapa penambahan dan renovasi.

Masjid Agung Surakarta Ikonik Kota Solo

Bangunan yang pertama di buat adalah bagian utama masjid. Penambahan pertama di lakukan oleh Pakubuwono IV, yang memberikan kubah masjid di bagian atas . Tidak seperti kubah pada umumnya yang bergaya Timur Tengah, kubah masjid ini bergaya Jawa. Bentuknya menyerupai paku bumi.

Kubah Masjid Agung Surakarta Bergaya Adat Jawa

Penambahan berikutnya di lakukan oleh Pakubuwono X. Pakubuwono membangun sebuah menara di sekitar masjid serta sebuah jam matahari untuk menentukan waktu solat. Pintu masuk masjid pun mengalami perubahan pada masa Pakubuwono X. Pintu bercorak gapuran bangunan Jawa beratap limasan di ganti menjadi bercorak Timur Tengah – terdiri dari tiga pintu, dengan pintu yang berada di tengah lebih luas dari kedua pintu yang mengapitnya.

Sementara, Pakubuwono XIII membangun kolam yang mengitari bangunan utama masjid. Pembangunan kolam ini di maksudkan agar setiap orang yang akan masuk ke dalam masjid dalam keadaan bersih. Tapi, karena berbagai alasan, kolam ini tidak lagi di fungsikan. Selain itu, Pakubuwono XIII juga membangun ruang keputren dan serambi di bagian depan.

Penambahan terakhir di lakukan oleh Pemerintah Surakarta. Masih di area masjid, di tambahkan beberapa bangunan dengan fungsi berbeda. Ada perpustakaan, kantor pengelola, dan poliklinik.

Kubah Masjid Agung Surakarta Bergaya Adat Jawa

Pada masa lalu, pengurus masjid ini merupakan anggota abdi dalem keraton. Setiap pengurus diharuskan terlebih dahulu menuntut ilmu di Madrasah Mam Ba’ul ‘Ulum – yang terletak di antara masjid dengan Pasar Klewer. Tapi kini, hanya kepala pengurus masjid yang menjadi abdi dalem keraton – dengan gelar Tafsir Anom. Sementara, Madrasah Mam Ba’ul ‘Ulum dikelola oleh Departemen Agama dan dijadikan pendidikan untuk masyarakat umum.

Masih di sekitar masjid, tepatnya di sebelah utara, terdapat sebuah pemukiman yang bernama Kampung Gedung Selirang. Pemukiman ini sengaja dibangun untuk tempat tinggal para pengurus masjid. Sampai saat ini, Masjid Agung Surakarta masih menjadi pusat tradisi Islam di Keraton Surakarta. Masjid ini masih menjadi tempat penyelenggaraan berbagai ritual yang terkait dengan agama, seperti sekaten dan maulud nabi, yang salah satu rangkaian acaranya adalah pembagian 1.000 serabi dari raja kepada masyarakat.

Project Pembangunan Masjid Al – Ihwan, Jln. Matoa, Timika, Papua

Project Pembangunan Masjid Al - Ihwan, Jln. Matoa, Timika, Papua

Project pembangunan atau proses pemasangan kubah Masjid Al-Ihwan, Jln. Matoa, Timika, Provinsi Papua, sudah terselesaikan dengan baik. Terimakasih kepada seluruh Tim Rakit Mustaka yang sudah menjalankan tugas dengan baik. Dengan kerelaan dan keikhlasan jauh dari keluarga, demi tugas dan amanah dari Perusahaan. Di tengah situasi pandemic COVID19 ini,  kami tetap memenuhi ketentuan dan protokol kesehatan dengan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan fit, di ikuti check list lainnya seperti perlengkapan hand sanitizer, vitamin, masker, dan kebiasaan sesering mungkin mencuci tangan.

Project Pembangunan Masjid Al - Ihwan, Jln. Matoa, Timika, Papua

Project pembangunan yang kami kerjakan ini kubah tipe Enamel. Kubah enamel kami menggunakan bahan baku baja low carbon SPCD – CD (SNI 073567 BJDD1), bekerja pada suhu sekitar 800º C. Proses treatment yaitu menghilangkan karbon, minyak dan kotoran lainnya pada plat panel enamel. Di pemanasan pada suhu 100º C, dan pengeringan dengan suhu sekitar 500º C. Dengan tujuan agar plat baja benar kering dan siap coating.

Kelebihan kubah enamel yang di kerjakan kami

Metode pemasangan panel yang unik dan original dari Mustaka. Pemasangan kubah panel dari dalam kubah (tidak di posisi luar kubah), mempertimbangkan faktor K3 sekaligus metode pemasangan seperti ini menjadikan posisi baut SDS berada di sisi dalam kubah (baut SDS tidak nampak dari luar), sehingga bentuk kubah dari luar akan tampak lebih rapi dan lebih indah.

Project Pembangunan Masjid Al - Ihwan, Jln. Matoa, Timika, Papua

Sistem konversi pola dari 2D (Flat Pattern) ke 3D (Folded Model) menghasilkan sistem pelubangan (koordinat) lebih presisi, ditunjang dengan mesin-mesin hidrolis dengan akurasi tinggi menjadikan setiap panelnya mempunyai bentuk panel lebih rapi dan sudut yang proposional/bukan jajaran genjang.

Setiap pieces panel kami memiliki tinggi nut yang berbeda – beda, hal ini untuk mengantisipati ketika panel di susun akan terjadi penumpukan pada setiap sudutnya, panel pada umumnya mempunyai 4 lapisan penumpukan, sistem kami hanya memiliki 1 lapisan penumpukan, hasilnya tinggi nut antar panel akan sama dan tampak lebih rapi.

Project Pembangunan Masjid Al - Ihwan, Jln. Matoa, Timika, Papua

Sistem perhitungan strukur yang telah di kembangkan oleh tim engineering Mustaka, memungkinkan proses perakitan rangka dan panelnya dapat berjalan secara simultan, artinya keduanya bisa di kerjakan secara bersamaan (tidak perlu menunggu pekerjaan rangka selesai) mampu mempercepat pekerjaan di lapangan.

PT Mustaka Multi Tehnik mengucapkan Terima Kasih atas amanah yang di berikan. Semoga pembangunan Kubah Masjid Al-Ihwan semakin memberikan manfaat, keberkahan dan kemakmuran masjid bagi jamaahnya, serta menambah keimanan kita semua.

Kubah Besar Masjid Islamic Center Samarinda

kubah besar masjid islamic center samarinda

Kubah Besar Masjid Islamic Center Samarinda Propinsi Kalimantan Timur terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sisi depannya berada di Jl. Slamet Riyadi No 1 Samarinda, sedang kanan kirinya terapit oleh Jl. Anggi dan Jl. Meranti sedangkan bagian belakang berada di Jl. Ulinjuga menghadap ke sungai Mahakam. Sangat mudah untuk menemukan Islamic Center Samarinda, lokasinya hanya +/- 2 km dari jembatan Mahakam.

kubah besar masjid islamic center samarinda

 

Sejarah Masjid Islamic Center Samarinda – Kaltim

Pembangunan Islamic Center diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dalam upaya menghadapi era global, selain merupakan tuntutan masyarakat untuk Samarinda memiliki sebuah sarana tempat ibadah yang memadai. Lokasi tempat berdirinya ini sebelumnya merupakan areal penggergajian kayu milik PT. Inhutani I yang kemudian hibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Proyek Islamic Center Samarinda dengan dana APBD Pemerintah propinsi Kalimantan Timur, Gubernur Kaltim (saat itu) Suwarna Abdul Fatah.

Kubah Besar Masjid Islamic Center Samarinda

Arsitektural Masjid Islamic Center Samarinda

Kubah Besar Masjid Islamic Center Samarinda

Rancangan menara MICS di-ilhami dari menara masjid Nabawi di Madinah Almukarromah, dan kubah masjid utamanya di-ilhami masjid Haghia Sophia di Istambul – Turki. Menempati area seluas +/- 8 hektar, menyediakan lahan terbuka bagi masyarakat kota Samarinda, termasuk area parkir dan taman yang luas lengkap dengan pohon kurma yang ada di halaman kawasan masjid menghadirkan kesan Timur Tengah di kota Samarinda. Luas bangunan utama Islamic Center Samarinda seluas 43.500 m2, luas bangunan 7.115 m2, luas lantai basement 10.235 m2, sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 m2, dan lantai utama seluas 8.185 m2, sedangkan luas lantai mezanin 5.290 m2.