Masjid Asmaul Husna (Makassar) Terlihat Megah Dengan 99 Kubah Masjid

masjid asmaul husna makassar dengan 99 kubah masjid

Masjid 99 kubah yang hasil desain Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Pembangunan di lokasi reklamasi Pantai Losari atau yang terkenal sebagai kawasan “Center Poin of Indonesia (CPI)”, Makassar, Sulawesi Selatan. Pembangunan Masjid ini bermula dengan pemancangan dan pemancangan pertama dengan tanda penekanan tombol sirine oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo beserta muspida Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar.

masjid asmaul husna makassar dengan 99 kubah masjid

Dengan luas bangunannya 72 X 45 meter itu perkirakan menelan biaya Rp 160 miliar yang berasal dari APBD. Masjid tersebut nantinya dapat menampung 13.075 jamaah. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (DSDA-CKTR) Provinsi Sulsel Andi Darmawan Bintang mengatakan bahwa masjid 99 kubah desain Ridwan Kamil mengikuti jumlah Asmaul Husna. Pengerjaan Pembangunan ada beberapa tahap. Seperti yang kita tahu, Makassar menyimpan sejuta pesona yang pastinya membuat siapapun terkagum kagum. Pantainya yang selalu menjadi tujuan wisata, hingga pemandangan alamnya yang tak kalah mempesona. Rupanya hal tersebut belum cukup hingga Makassar kembali menghadirkan tempat baru yang tak kalah eksotis. Di realisasikan dalam bentuk masjid unik yang nantinya juga akan menjadi ikon batu kota Makassar.

Potret Masjid 99 Kubah yang Menjadi Spot Foto Baru Kota Makassar

artikel mustaka kubah masjid 99

Bernama Masjid 99 kubah, karena memang kubahnya berjumlah 99 yang terdiri dari Asmaul Husna. Untuk ukuran kubah sendiri terbuat kecil mengelilingi kubah besar dengan warna yang cerah. Kubah iyang tertata bertingkat dan warnanya dominan jingga, kuning dan juga merah. Menjadikan masjid menjadi spot foto terbaru di kota makassar, para pengunjung sangat antusias mengabadikan setiap momen ketika berada di masjid 99 kubah ini.

Masjid juga lengkap dengan pelataran suci yang mirip dengan Masjidil Haram. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel (DSDA-CKTR) Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan, untuk penyelesaian pembangunan hingga 100% masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 56 miliar, yang di harapkan segera terpenuhi. Jumlah 99  yang ada di masjid ini sebagai bentuk simbol 99 nama Asmaul Husna. Perpaduan cat yang tampak pada bagian luarnya berwarna putih kuning dan oranye.

Obyek Wisata Bersejarah Masjid An-Nur di Pekanbaru

Obyek Wisata Bersejarah Masjid An-Nur di Pekanbaru

Masjid Agung An-Nur merupakan salah satu obyek wisata bersejarah di Pekanbaru. Liburan di Pekanbaru rasanya tak lengkap, jika Anda belum mengunjungi masjid yang satu ini. Arsitektur Masjid Agung An-Nur merupakan hasil perpaduan empat budaya, yaitu budaya Melayu, Arab, Turki, dan India. Desainnya yang megah dan menyerupai Taj Mahal membuat masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata utama sekaligus kebanggaan masyarakat Pekanbaru. Wisata religi ke Masjid Agung An-Nur Pekanbaru akan semakin menyenangkan bila Anda menyimak ulasan berikut ini.

Sejarah Masjid Agung An-Nur

wisata bersejarah masjid an nur di pekanbaru

 

Masjid Agung An-Nur Pekanbaru di bangun pada tahun 1962 dan rampung pada 1968 oleh arsitek bernama Ir. Roseno. Pembangunannya kala itu di lakukan bertepatan dengan pembangunan infrastruktur lainnya di Kota Pekanbaru. Pada tahun 1960-an, Kota Pekanbaru di tetapkan sebagai ibu kota Provinsi Riau. Saat itu, sejumlah infrastruktur berupa jalan raya, gedung perkantoran, dan permukiman penduduk di bangun untuk memfasilitasi kota ini, termasuk Masjid Agung An-Nur. Masa pembangunannya yang cukup lama memang melewati dua masa kepemimpinan gubernur Riau, yaitu kepemimpinan gubernur kedua, Kaharuddin Nasution hingga gubernur ketiga, Arifin Achmad. Masjid Agung An-Nur sempat di renovasi pada tahun 2000 bertepatan dengan masa kepemimpinan Gubernur Riau Saleh Djasit.

Sentuhan Melayu pada Masjid An-Nur

artikel mustaka obyek wisata bersejarah masjid an nur di pekan baru2

Bila di lihat sekilas, obyek wisata Masjid Agung An-Nur memang mirip dengan Taj Mahal. Kendati demikian, bukan berarti masjid ini tidak memiliki sentuhan Melayu. Justru nuansa Melayu tampak jelas pada pemilihan warna hijau sebagai warna utama masjid. Selain itu, masjid besar ini juga memiliki beranda sebagai tempat pertemuan masyarakat. Pada umumnya, masjid tidak memiliki elemen beranda. Karena beranda adalah ciri khas rumah panggung ala Melayu. Beranda masjid bisa dimanfaatkan untuk bersilaturahmi sebelum atau sesudah beribadah. Biasanya jumlah pengunjung Masjid Agung An-Nur kian meningkat pada bulan suci Ramadan. Banyak wisatawan yang melakukan wisata Pekanbaru sambil melakukan perjalanan religi ke masjid ini. Sejumlah aktivitas berupa pengajian dan tausiah di bulan Ramadan tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar.

Filosofi Bangunan Masjid Agung An-Nur

artikel mustaka obyek wisata bersejarah masjid an nur di pekan baru1

Bangunan Masjid Agung An-Nur memiliki filosofi yang istimewa pada bagian kubah masjid dan menaranya. Empat menara pada masjid ini menggambarkan empat sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan Islam tentu tak lepas dari peran keempat sahabatnya. Sementara itu, lima kubahnya melambangkan lima rukun Islam yang menjadi pedoman hidup bagi umat beragama Islam.

Akses ke Masjid Agung An-Nur Pekanbaru

artikel mustaka

Masjid Agung An-Nur terletak di Jalan Hangtuah, Kelurahan Sumahilang, Pekanbaru. Masjid seluas 12,6 hektar ini sangat mudah di kunjungi karena bangunannya unik dan berlokasi di pusat kota. Anda bisa mengunjungi masjid ini dengan menggunakan taksi, taksi online, Trans Metro, atau berjalan kaki. Biasanya banyak masyarakat maupun wisatawan yang meluangkan waktu untuk jalan-jalan atau jogging. Namun, Anda harus menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup bila ingin mengunjungi kawasan Masjid Agung An-Nur.

Kubah Masjid Dan Perkembangannya

kubah masjid dan perkembangannya

Kubah masjid modern – Kubah masjid adalah ikon bagi sebuah bangunan masjid. Sekarang dengan banyaknya tempat peribadatan umat muslim itu banyak sekali model kubah yang bermacam-macam. Mengikuti perkembangan zaman kubah juga berpengaruh besar pada reaksi publik yang melihat itu. Kubah masjid telah berkembang begitu pesat, di balik itu tersimpan kekaguman dan memperoleh nilai tersendiri bagi yang melihatnya.

kubah masjid dan perkembangannya

Adapun jenis-jenisnya namun ada saja model baru dengan spesifikasi berbeda yang selalu muncul. Justru itu akan membuat para pengrajin kubah, terutama kami PT Mustaka Multi Tehnik malah semakin berinovasi. Dengan pelayanan yang baik dan mudah, ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen atas proyek yang akan di sepakati.

Perkembangan Kubah Masjid Modern

Kubah masjid juga sudah merambah di berbagai Daerah, bahkan ke plosok-plosok Negeri. Menjadi lebih luas, karena di zaman sekarang masjid sudah banyak di bangun dan semakin bagus. Mayoritas masjid di Indonesia menggunakan kubah sebagai salah satu elemen eksterior terkuat. Ketika orang melihat sebuah masjid, hal pertama yang di lihat adalah kubah. Ikon terkuat yang mudah di ingat serta memberi ciri khas tersendiri bagi masjid itu sendiri.

mengenal 5 jenis bahan kubah masjid

 

Pemasangan kubah harus benar-benar kuat dan aman, agar tidak terjadi kesalahan di kemudian harinya. Seperti yang di beritakan di sejumplah media tentang “Kubah yang jatuh menggelinding hingga menimpa rumah warga” di Tasikmalaya dan “Kubah yang jatuh di terpa angin kencang” di Bojonegoro. Untuk itu, agar tidak terjadi musibah, pentingnya pemasangan kubah harus benar-benar teliti, di perkuat pada pengunciannya untuk menjaga ketahan kubah di atas bangunan.

Kemuliyaan dalam membangun tempat ibadah sholat bagi umat islam, walau sekedar menyumbang batu bata. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits “inishahih Mafhash qathaah” dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan “qathah” adalah sejenis burung.

Demikian sedikit pembahasan tentang perkembangan kubah masjid dari zaman ke zaman, semoga memberi wawasan yang lebih luas untuk kita.