Beribadah di Atas Bukit Masjid Agung Al Kautsar

Beribadah di Atas Bukit Masjid Agung Al Kautsar

Masjid Agung Al-Kautsar Kendari merupakan bangunan monumental bagi rakyat Sulawesi Tenggara. Di samping menjadi pusat kegiatan ibadah dan dakwah, masjid ini berfungsi sebagai sarana pengembangan budaya. Masjid yang berdiri megah tersebut memiliki sejarah panjang. Pada tahun 1962, di lokasinya berdiri sebuah masjid Komando Resor Militer (Korem) yang dulu di kenal sebagai masjid tentara. Baru pada tahun 1976 pondasi Masjid Agung Al-Kautsar mulai di letakkan.

Nama Al-Kautsar di pilih karena sangat kaya makna. Al-Kautsar merupakan surat ke-108 dalam kitab suci Al-Quran. Menurut pencetus nama ini, Kepala Kanwil Agama Sulawesi Tenggara K.H. Baedawie, Al-Kautsar berarti pemberian nikmat yang berlimpah kepada umat manusia.

Secara keseluruhan, bentuk awal masjid ini terdiri dari bangunan induk satu lantai, tempat wudhu, WC, kantor, perpustakaan, dan pelataran. Masjid juga di lengkapi kolam air mancur dan menara. Kala itu bagian depan masjid belum berpintu.

Pada periode 2003-2008, masjid di percantik dengan penambahan lantai dua di sisi kanan dan kiri, kaca jendela, teras depan, pembangunan dua buah mimbar, dan ruang istirahat imam. Kolam dan air mancur di depan masjid di rehabilitasi menjadi pelataran baru.

Kubah Masjid Cantik Masjid Agung Al Kautsar

Pada perkembangannya, mimbar diubah kembali menjadi satu saja. Masjid pun diperindah dengan seni kaligrafi Asma’ul Husna di kubah masjid bagian dalam. Saat kita menengadah, akan tampak sederet huruf Arab memesona yang tidak lain adalah nama- nama agung Allah Swt. Selain itu, di dinding masjid terlukis lafaz zikir kepada Sang Pencipta.

Di samping kemegahan bangunannya, Masjid Agung Al-Kautsar juga memiliki kelebihan dalam hal lokasi. Posisinya yang berada di atas bukit membuat masjid ini terlihat sangat memukau.

Masjid ini juga merupakan saksi bisu bencana alam yang sempat melanda kota Kendari pada tanggal 25 April 2011. Ketika itu, gempa berkekuatan 6.0 Skala Richter mengguncang kota dan membuat salah satu kubah kecil yang berada di atas masjid menjadi miring.

Telusuri Keunikan Masjid Al Dana di Abu Dhabi

Telusuri Keunikan Masjid Al Dana di Abu Dhabi

Masjid Al Dana telah di rancang oleh X-Architects di Dubai untuk menjadi masjid tengara bagi masyarakat sekitarnya. Dengan area yang di bangun seluas 2.200 meter persegi. Masjid di tempatkan dengan hati-hati di kawasan pejalan kaki tepi laut yang menghadap ke marina.

Kemungkinan desain yang terinspirasi oleh konteks yang menjaga harmoni dengan lingkungan sekitarnya.

“Desain yang di usulkan untuk Masjid Al Dana merayakan ruang sholat pria dan wanita secara merata. ” kata Ahmed Al-Ali, kepala sekolah X-Architects. “ Masjid ini menawarkan ruang doa yang di artikulasikan dengan baik secara spasial yang unik untuk wanita dan merupakan komponen utama dari desain. Bukan sebagai lampiran atau ekstensi. Proposal menarik perhatian pada kesetaraan gender dari sudut pandang praktik. Bahkan, ini tercermin dengan jelas dalam bentuk dan artikulasi massa masjid. ”

Sementara kubah masjid dari struktur kemiringan di maksudkan untuk membangkitkan bukit pasir yang bergeser, Kubah masjid berubah menjadi lentera di malam hari, ketika cahaya dari interior memancarkan ke arah luar. Dan pada siang hari, oculus yang tinggi membawa cahaya siang ke ruang angkasa, yang di sorotkan ke lantai interior tergantung pada waktu membentuk hubungan spiritual antara “interior bumi dan langit surgawi”.

Rancangan

Masjid Al Dana juga dirancang untuk menekankan penghematan energi. Elemen-elemen seperti oculi, perforasi dinding dan
filtrasi cahaya alami memastikan bangunan sejajar dengan langkah-langkah keberlanjutan. “Pendekatan kami pada desain bersifat eksperimental dan eksploratif,” kata Al-Ali. “Kami menata ulang komponen masjid tradisional dan menyelidiki geometri dan bahasa arsitektur. Perspektif baru yang mencerminkan kecerdasan, aspirasi dan visi UEA.”

Dia menambahkan, “Produk akhir bersifat multi-faceted, dan sesuai dengan banyak faktor dan pertimbangan – yang semuanya berinteraksi untuk membuat masjid yang avant-garde namun sangat mengakar dalam budaya dan konteksnya.”

Masjid Al Dana di maksudkan untuk melayani baik sebagai ruang keagamaan maupun sebagai ruang publik dengan plaza. Terinspirasi oleh sahan tradisional, berfungsi sebagai penghubung kota. Menurut Yazeed Obeid, arsitek senior, proyek ini dibaca sebagai intervensi lanskap yang menghubungkan dua tingkat situs dan “memudahkan pergerakan orang, menghubungkan mereka ke kawasan pejalan kaki dan laut”.

Fakta Masjid Megah Ramlie Musofa, Sunter

Fakta Masjid Megah Ramlie Musofa, Sunter

Masjid Megah Ramlie Musofa merupakan masjid cantik yang dominan berkelir putih yang beralamat di Jalan Danau Sunter Selatan 1, blok 1/10 nomor 12 C 14 A, Bagi kamu yang baru melihatnya, pasti akan melihat sebuah masjid yang mirip dengan Taj Mahal di India.

Ada beberapa fakta menarik dari Masjid Megah Ramlie Musofa ini, di antaranya adalah

1. Nama Masjid Berasal Dari Keluarga

Nama Masjid tersebut adalah Ramlie Musofa. Ramlie Musofa merupakan nama singkatan dari Ram=Ramli Rasidin, Lie=Lie Njoek Kim, Mu=Muhammad Rasidin, So=Sofian Rasidin dan Fa=Fabianto Rasidin.

Nama keluarga di ambil untuk nama masjid harapannya agar selama masjid ini masih di fungsikan inshaAllah pahalanya bisa tetap mengalir kepada keluarga.

Selain sang pemilik, Haji Ramli Rasidin juga sangat mencintai keluarganya dan menunjukkan rasa cintanya dengan adanya masjid tersebut.

Bangunan masjid ini terdiri dari tiga lantai, lantai dasar di peruntukkan untuk tempat shalat wanita dan ijab kabul, lantai 2 dan seterusnya dipergunakan untuk shalat pria.

2. Tempat Wudhu Memiliki Tempat Duduk

Diketahui tempat mengambil air wudhu di masjid ini, memiliki tempat duduk.

Hal ini di wujudkan untuk memudahkan disabilitas dan juga lansia dalam berwudhu.

Selain itu, dalam ruangan berwudhu itu terdapat tata cara berwudhu yang di tulis dalam bahasa indonesia.

Mengenai hal tersebut, di maknai untuk memudahkan seseorang yang barj memeluk islam atau muallaf menjalankan kewajibannya jika belum fasih menggunakan bahasa arab.

Maka dari itu, di dindingnya dituliskan doa sebelum dan sesudah berwudhu serta tata cara berwudhu.

3. Terdapat Dua Lift

Tersedia juga dua lift yang di peruntukkan untuk mempermudah lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas yang ingin beribadah di Masjid Ramlie Musofa.

Pengurus dan Imam salat masjid ini, Sholehuddin mengatakan keberadaan lift tersebut juga di gunakan pribadi pemilik jika berkunjung ke masjid miliknya.

“Lift bisa di gunakan siapa saja ada dua, khusus untuk di sabilitas, ibu hamil dan lansia, Pak Haji Ramli pun menggunakannya,” kata Sholehuddin.

4. Tiga Bahasa

Pada bagian depan masjid terdapat surat Al-Fatihah yang di ukir di kanan kiri dinding tangga.

Tersalat tiga bahasa yang di gunakan, yakni bahasa Arab, Indonesia dan Mandarin.

Tujuannya untuk mempermudah muallaf dan wisatawan asing yang berasal dari Tionghoa yang ingin berkunjung ke Masjid Ramli Musofa.

5. Pemilik Seorang Muallaf

Haji Ramli Rasidin merupakan seorang muallaf yang juga keturunan dari Aceh.

Saat usianya 19 tahun, Haji Ramli memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Dan sebagai bukti cintanya pada Allah swt, dibangunnya Masjid Ramlie Musofa. Wujud cinta pada keluraga juga di tunjukkan pada penamaan masjid yang berasal dari potongan atau penggalan nama anggota keluarga.

Pada tahun tahun 2011 pembangunan masjid yang berada di tanah seluas 2.000 m2 pun mulai terlaksana. Kemudian masjid selesai di bangun tahun 2016.

Setelah masjid jadi, H. Ramli Rasidin pada 15 mei 2016 mengundang Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. H Nasaruddin Umar untuk meresmikannya.

Kubah Masjid Taqwa Metro, Ikon Kota Metro Yang Tak Tergantikan

Bila banyak kota di Indonesia mempunyai ikon yang bisa kita nikmati dan menjadi penanda yang tidak akan tergantikan. Begitu pula dengan Kota Metro yang menjadi bagian dari provinsi Lampung ini. Bangunan ini cukup megah dengan kubah masjid yang besar bernama Masjid Taqwa Metro yang tampak indah dan semakin megah.

Kawasan ini memang wajib kamu kunjungi. Apalagi, bagi warga muslim yang membutuhkan tempat untuk beribadah. Menariknya, tempat ini letaknya tidak jauh dari Taman Merdeka. Jadi, setelah berwisata kamu bisa beribadah sekaligus beristirahat sejenak di sini.

Mengenal Masjid Taqwa Metro

kubah masjid metro taqwa

Menurut catatan sejarahnya, masjid ini berdiri pada tanggal 21 Juli 1967, kemudian diresmikan pada 23 mei 1969. Selanjutnya, di tanggal 27 Januari 2004 ketua yayasan mulai menyerahkan sepenuhnya pengelolaan masjid ini ke pemerintah. Karena, bangunannya yang sudah tua dan membutuhkan peremajaan maka, pada tahun 2013 tempat ini direnovasi dan 2 tahun setelahnya diresmikan kembali.

Dalam renovasinya, kamu bisa melihat menara yang bersandingan dengan kubah masjid. Selain itu, di atapnya kamu bisa melihat lukisan bunga-bunga yang berwarna-warna. Di sisi barat kamu juga bisa melihat lafadz Allah dan Muhammad.

Luasnya sendiri mencapai 45 x 45 meter. Dibangun dengan dua lantai. Sehingga, saat ini kapasitas jamaahnya mencapai 2000. Cobalah datang ke tempat ini saat bulan puasa, kamu bisa menikmati berbagai macam kegiatan dan ramainya kawasan ini.

Fasilitas Masjid

Ada berbagai macam fasilitas yang bisa kamu nikmati disini. Tepatnya, berada di lantai 2 atau berada di bawah kubah. Salah satu ruangannya adalah ruang perpustakaan yang bisa kamu nikmati untuk membaca berbagai macam buku.

Ada buku islami yang bisa kamu baca dengan berbagai hadits, dan alquran. Selain itu, buku-buku motivasi juga bisa kamu baca. Mau pinjam beberapa buku disini? Kamu bisa meminjamnya dengan kartu pinjam yang bisa kamu dapatkan gratis.

Ada pula ruangan yang digunakan untuk kantor sebagai tempat mengurus masjid. Serta beberapa kamar yang bisa digunakan bagi para mahasiswa yang ingin kuliah sembari membantu merawat masjid.

Kubah Besar Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda Propinsi Kalimantan Timur terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Sisi depannya berada di Jl. Slamet Riyadi No 1 Samarinda, sedang kanan kirinya diapit oleh Jl. Anggi dan Jl. Meranti sedangkan bagian belakang berada di Jl. Ulinjuga menghadap ke sungai Mahakam. Sangat mudah untuk menemukan Islamic Center Samarinda, lokasinya hanya +/- 2 km dari jembatan Mahakam.

Sejarah Masjid Islamic Center Samarinda – Kaltim

islamic center samarinda dengan kubah masjid yang megah
islamic center samarinda dengan kubah masjid yang megah

 

Pembangunan Islamic Center diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dalam upaya menghadapi era global, selain merupakan tuntutan masyarakat untuk Samarinda memiliki sebuah sarana tempat ibadah yang memadai. Lokasi tempat berdirinya ini sebelumnya merupakan areal penggergajian kayu milik PT. Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Proyek Islamic Center Samarinda didanai dengan dana APBD Pemerintah propinsi Kalimantan Timur dibawah Gubernur Kaltim (saat itu) Suwarna Abdul Fatah.

Arsitektural Masjid Islamic Center Samarinda

Rancangan menara MICS di-ilhami dari menara masjid Nabawi di Madinah Almukarromah, dan kubah masjid utamanya di-ilhami masjid Haghia Sophia di Istambul – Turki. Menempati area seluas +/- 8 hektar, menyediakan lahan terbuka bagi masyarakat kota Samarinda, termasuk area parkir dan taman yang luas lengkap dengan pohon kurma yang ditanam di halaman depan kawasan masjid menghadirkan kesan Timur Tengah di kota Samarinda. Luas bangunan utama Islamic Center Samarinda seluas 43.500 m2, luas bangunan 7.115 m2, luas lantai basement 10.235 m2, sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 m2, dan lantai utama seluas 8.185 m2, sedangkan luas lantai mezanin 5.290 m2.

Keunikan Masjid Islamic Center Rijeka Kroasia

Masjid Islamic Center Rijeka Kroasia memang unik. Bentuknya yang menyerupai gedung teater Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini merupakan besutan seniman kenamaan, Dusan Dzamonja. Pusat kebudayaan Islam yang terbilang baru ini memancing perhatian dengan desain “igloo”-nya, lengkap dengan menara indah setinggi 23m. Dibangun di atas ketinggian dengan pemandangan lapang dan dilengkapi dengan restoran, masjid ini merupakan tempat yang nyaman bagi para muslim untuk berkumpul.

Berada di negara berjuluk Negeri Bulan Sabit, masjid yang diresmikan pada 2013 itu menampilkan konsep bangunan yang tak hanya berfungsi sebagai pusat keislaman, tetapi juga mahakarya seni patung superbesar di negara yang beribu kota Zagreb ini.

Melihat tampilan luar masjid yang pembangunannya dimulai pada 2009 ini, tampak seperti sebuah kapal luar angkasa dengan bentuk kubah yang tidak sempurna.

Warna perak yang menyelimuti seluruh bagian luar ini menampilkan utuh bahwa masjid yang berdiri di atas lahan seluas 10 ribu meter persegi ini memiliki arsitektur modern dengan gaya futuristik dan artistik.

Selain kubah masjid dengan desain eksentrik juga ada menara yang posisinya terpisah dengan bangunan utama masjid. Menara masjid yang berdiri di atas lahan seluas 10 ribu hektare ini bentuknya unik dengan desain spiral menyerupai mata bor.

Menara dengan tinggi sekitar 23 meter ini berfungsi sebagai penanda bahwa bangunan mirip kapal ruang angkasa itu adalah pusat kebudayaan Islam di Kroasia.

Terlusuri Masjid Raya al-Azhom; Kubah Masjid Terbesar di Indonesia

Kota Tangerang yang menyandang status sebagai kota akhlakul karimah tentu tidak harus mencirikan hal itu dalam berbagai pembangunan tempat ibadahnya, yaitu masjid. Masjid Raya al-Azhom Kota Tangerang ini tergolong besar, terlebih dilihat dari kubahnya. Kubah masjid ini ukurannya terbesar di dunia.

Masjid ini lokasinya di pusat pemerintahan Kota Tangerang, tepat di depan Kantor Wali Kota Tangerang dan Kantor DPRD Kota Tangerang. Di samping Mesjid Raya al-Azhom adalah kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang. Lokasinya ini sangat strategis, sehingga  tak heran jika masjid ini menjadi salah satu ikon kota.

kubah masjid al azhom
kubah masjid al azhom

Soal kubahnya, bentuknya berupa tumpukan kubah-kubah setengah lingkaran berwarna biru. Sampai saat ini tidak ada negara manapun yang mengklaim bahwa mereka memiliki masjid dengan kubah terbesar di dunia seperti Masjid Raya al-Azhom.

Masjid Raya al-Azhom Kota Tangerang dibangun di atas lahan seluas 2,25 hektare (ha) dengan luas bangunan 5.775 meter persegi. Bangunan ini terdiri atas lantai bawah seluas 4.845,08 meter persegi dan lantai atas seluas 909,92 meter persegi. Diperkirakan luasan bangunan masjid ini mampu menampung jamaah sebanyak 15.000 orang.

“Sebenarnya masjid ini unik dan nilai arsitekturnya tinggi. Masjid ini bentangannya 63 meter tanpa tiang dan ditopang dari tiang pancang yang ada di pinggirnya,” jelas Yusuf.

Dari dalam masjid, pengunjung akan melihat lima kubah yang berwarna emas dan masing-masing kubah memiliki hiasan kaligrafi di dalamnya. Kelima kubah masjid tersebut mencerminkan kewajiban shalat lima waktu. Keempat tiang menara mencerminkan empat tiang ilmu, yaitu ilmu bahasa Arab, syariah, sejarah, dan filsafat.

Sedangkan, lanjut dia, tiga bagian tinggi menara mencerminkan iman, Islam, dan ikhsan. Tinggi badan menaranya mencapai 30 meter yang mencerminkan 30 juz Alquran. Sementara tinggi kuncup menaranya mencapai enam meter yang mencerminkan enam rukun iman. “Tidak ada (yang seperti ini) di Asia Tenggara, di Asia, juga di dunia.”

Masjid yang diresmikan pada 28 Februari 2003 ini memiliki keunikan tersendiri. Dari lima kubah yang ada, empat di antaranya bertuliskan ayat-ayat Alquran. Walaupun kubah utama belum diisi oleh kaligrafi, tapi hal itu tetap membuat siapa pun yang datang ke sana bakal merasakan kemegahan di dalam masjid ini. Ada kaligrafi diambil dari beberapa surah, ada an-Nur, al-Baqarah, ada Ali-Imron, sebagai hiasan.

Objek Wisata Bersejarah Masjid An-Nur di Pekan Baru

kubah masjid, kubah masjid stainless, kubah masjid enamel, kubah masjid panel warna, kubah masjid cantik, kubah masjid megah

kubah masjidMasjid Agung An-Nur merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Pekanbaru. Liburan di Pekanbaru rasanya tak lengkap kalau Anda belum mengunjungi masjid yang satu ini. Arsitektur Masjid Agung An-Nur merupakan hasil perpaduan empat budaya, yaitu budaya Melayu, Arab, Turki, dan India.
Desainnya yang megah dan menyerupai Taj Mahal membuat masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata utama sekaligus kebanggaan masyarakat Pekanbaru. Wisata religi ke Masjid Agung An-Nur Pekanbaru akan semakin menyenangkan bila Anda menyimak ulasan berikut ini.

Sejarah Masjid Agung An-Nur

Masjid Agung An-Nur Pekanbaru dibangun pada tahun 1962 dan rampung pada 1968 oleh arsitek bernama Ir. Roseno. Pembangunannya kala itu dilakukan bertepatan dengan pembangunan infrastruktur lainnya di Kota Pekanbaru.
Pada tahun 1960-an, Kota Pekanbaru ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Riau. Saat itu, sejumlah infrastruktur berupa jalan raya, gedung perkantoran, dan permukiman penduduk dibangun untuk memfasilitasi kota ini, termasuk Masjid Agung An-Nur.
Masa pembangunannya yang cukup lama memang melewati dua masa kepemimpinan gubernur Riau, yaitu kepemimpinan gubernur kedua, Kaharuddin Nasution hingga gubernur ketiga, Arifin Achmad. Masjid Agung An-Nur sempat direnovasi pada tahun 2000 bertepatan dengan masa kepemimpinan Gubernur Riau Saleh Djasit.

Sentuhan Melayu pada Masjid An-Nur

Bila dilihat sekilas, Masjid Agung An-Nur memang mirip dengan Taj Mahal. Kendati demikian, bukan berarti masjid ini tidak memiliki sentuhan Melayu. Justru nuansa Melayu tampak jelas pada pemilihan warna hijau sebagai warna utama masjid. Selain itu, masjid besar ini juga memiliki beranda sebagai tempat pertemuan masyarakat. Pada umumnya, masjid tidak memiliki elemen beranda. Karena beranda adalah ciri khas rumah panggung ala Melayu. Beranda masjid bisa dimanfaatkan untuk bersilaturahmi sebelum atau sesudah beribadah.
Biasanya jumlah pengunjung Masjid Agung An-Nur kian meningkat pada bulan suci Ramadan. Banyak wisatawan yang melakukan wisata Pekanbaru sambil melakukan perjalanan religi ke masjid ini. Sejumlah aktivitas berupa pengajian dan tausiah di bulan Ramadan tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar.

Filosofi Bangunan Masjid Agung An-Nur

Bangunan Masjid Agung An-Nur memiliki filosofi yang istimewa pada bagian kubah masjid dan menaranya. Empat menara pada masjid ini menggambarkan empat sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan Islam tentu tak lepas dari peran keempat sahabatnya. Sementara itu, lima kubahnya melambangkan lima rukun Islam yang menjadi pedoman hidup bagi umat beragama Islam.

Akses ke Masjid Agung An-Nur Pekanbaru

Masjid Agung An-Nur terletak di Jalan Hangtuah, Kelurahan Sumahilang, Pekanbaru. Masjid seluas 12,6 hektar ini sangat mudah dikunjungi karena bangunannya unik dan berlokasi di pusat kota.
Anda bisa mengunjungi masjid ini dengan menggunakan taksi, taksi online, Trans Metro, atau berjalan kaki.
Biasanya banyak masyarakat maupun wisatawan yang meluangkan waktu untuk jalan-jalan atau jogging. Namun, Anda harus menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup bila ingin mengunjungi kawasan Masjid Agung An-Nur.

Variasi Kubah Masjid Modern Yang Unik Dan Megah

Variasi Kubah Masjid Modern Yang Unik Dan Megah

Product Mustaka

Masjid merupakan sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat beribadah umat muslim. Salah satu ciri khas yang paling menonjol dari sebuah bangunan masjid adalah pada “Kubah masjid“. Kubah merupakan sebuah unsur arsitektur yang memiliki bentuk bulat setengah lingkaran yang ditempatkan pada bagian paling atas sebuah bangunan, dalam hal ini contohnya adalah bangunan masjid.

Selain digunakan sebagai tempat beribadah, sekarang ini masjid juga biasa digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang lainnya seperti acara pernikahan, perlombaan membaca ayat-ayat suci Al Qur’an, dan bahkan juga sebagai tempat wisata religi. Sebuah masjid dengan keindahan kubahnya yang sangat unik dan megah juga menjadi landmark kebanggan masyarakat dari daerah dimana tempat masjid itu berada.

Salah satu contoh masjid yang keindahan kubahnya sangat terkenal dan telah menjadi tempat wisata religi adalah Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas yang berada di Depok, Jawa Barat. Masjid ini terkenal karena memiliki kubah masjid yang sangat indah dengan design yang juga mirip kubah pada bangunan Taj Mahal di India dan tentunya karena kubahnya yang dibuat dari emas murni.

Kubah Masjid Emas

Pada zaman dahulu, awal mulanya masjid hanyalah sebuah tanah lapang yang dibatasi oleh dinding-dinding pada sisi sebelah kiri kanannya, tanpa menggunakan atap ataupun kubah dan menara. Pada bagian dalam masjid pun juga tidak ada lantai, alas kaki, ataupun ornamen-ornamen masjid lainnya.

Namun seiring dengan berkembangnya ilmu arsitektur islam modern telah membuat para pengrajin kubah menjadi semakin inovatif dalam mengembangkan kemampuannya untuk membuat desain atau model, bentuk, corak, dan warna kubah masjid yang lebih bervariasi. Model Kubah Masjid Modern kini sudah banyak diciptakan oleh para arsitektur pengrajin kubah yang dapat kita nikmati dengan keberadaan masjid-masjid indah dan megah yang telah tersebar hingga di seluruh pelosok Indonesia, terlebih negara kita mempunyai penduduk yang mayoritas umat muslim.

Semakin indah model sebuah kubah pada bangunan masjid, maka akan nampak sangat mempesona serta megah masjid tersebut. Terlebih lagi jika warna-warna pada kubah tersebut bervariasi dan membentuk sebuah desain yang sangat unik, misalnya saja desain bintang, bunga, dan lainnya. Berbagai macam bentuk kubah masjid modern sekarang ini sudah banyak dipakai pada bangunan masjid-masji di sekitar kita. Seperti misalnya dengan bentuk setengah bola, bentuk elips telur, dan bentuk bawang. Begitu pula dengan bahan dasar yang digunakan pun juga sangat bervariasi.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa ada banyak sekali macam bahan dasar yang digunakan untuk membuat sebuah kubah, seperti kubah masjid yang terbuat dari bahan dasar beton, dari baja ringan baik enamel ataupun galvalum, dan juga dari stainless steel. Keungulan dari bahan-bahan tersebut juga berbeda-beda. Model dari sebuah kubah masjid sangat dipengaruhi oleh bentuk konstruksi dan rangka kubah masjid.

Kubah Masjid Taj ul – Bhopal, India

Taj-ul-Masajid secara harfiah berarti “The Crown of Mosques” yang terletak di Bhopal, India. Masjid ini juga digunakan sebagai sekolah Islam pada siang hari. Ini adalah salah satu masjid terbesar di asia.

Masjid memiliki fasad merah muda di atasnya oleh dua menara oktagonal setinggi 18 meter dengan lantai berkubah marmer. Masjid ini juga memiliki tiga kubah masjid besar, lorong utama yang mengesankan dengan pilar yang menarik dan lantai marmer menyerupai arsitektur Mughal seperti Masjid Jama di Delhi dan Masjid Badshahi Lahore yang besar.

Masjid ini memiliki halaman besar di tengah. Juga dihiasi oleh gerbang bertingkat ganda dengan empat lengkungan tersembunyi. Masjid terbesar di India, itu bukan hanya tempat keagamaan tetapi juga objek wisata.

Pembangunan masjid ini ditugaskan oleh penguasa ketiga Bhopal-Nawab Shah Jahan Begum dari Bhopal, istri Baqi Mohammad Khan pada masa pemerintahan Kaisar Mughal Bahadur Shah Zafar.

Konstruksi dilanjutkan oleh putrinya Sultan Jahan Begum tetapi tidak dapat menyelesaikannya dalam masa hidupnya karena kekurangan dana dan perang tahun 1857.

Dengan luas bangunan yang mencapai 430.000 kaki persegi, masjid ini mampu untuk menampung hingga 175.000 orang, dari sinilah masjid ini sudah terbukti menjadi yang paling besar di seluruh india.

Salah satu masjid termegah di Asia

Meskipun tidak menjadi yang termegah seperti Masjid Taj-Mahal, namun untuk masalah ukuran tidak ada yang menandingi masjid ini di se-antero India.

Makna dari Taj-ul-Masjid jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti “Mahkota Masjid” atau “Masjid Mahkota”, dan arsitektural megahnya mencerminkan hal tersebut.

Pembangunan Masjid Taj-Ul ini dilakukan antara tahun 1868 hingga 1901, diprakarsai oleh Sultan Shah Jehan Begum dari Bhopal. Bukan hanya menjadi Masjid terbesar di India, namun Masjid Taj-Ul ini menjadi masjid terbesar kedua se asia.

Bangunannya terbuat dari batu merah, dan terletak di tepi danau yang disebut dengan “Motia Talab”. Masjid ini memiliki 3 kubah dan 2 menara.

Masjid ini terbuka setiap hari, termasuk bagi non-muslim. Namun, pada hari Jum’at, masjid ini tertutup untuk kalangan umat non-muslim, karena sejak pagi persiapan untuk kebersihan ruangan untuk sholat jum’at dilaksanakan.