Kesejukan Beribadah di Atas Gunung Aktif

Gunung yang terletak di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat itu terkenal akan keindahan alamnya. Terutama kawah yang keluar dari permukaan Gunung Tangkuban Perahu. Demi kepuasan pengunjung, khususnya bagi Kaum Muslim untuk menjalankan kegiatan beribadah, fasilitas wisata yang terkenal akan legenda Sangkuriang itu telah lengkap dengan berdirinya sebuah Masjid yang dinamakan ‘Masjid Jabal Nur’.

Ikon baru Tangkuban Perahu itu terletak sekitar 30 meter dari bibir kawah Ratu. Bahkan, masjid bernuansa warna hijau dengan Kubah Masjid warna keemasan itu disebut merupakan masjid satu-satunya di Jawa Barat, bahkan di Indonesia yang Berdiri di puncak gunung aktif dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter diatas permukaan laut (MDPL).

Pembangunan Masjid tersebut selesai pada awal tahun 2018. Kini, Masjid Jabal Nur sudah berdiri Kokoh dan bisa digunakan para pengunjung Kaum Muslim untuk menjalankan ibadahnya. Masjid ini dapat menampung sekitar 300 jamaah. Ornament luarnya sangat unik dan nampak menarik. Tempatnya pun nyaman dan bersih untuk beribadah. Setelah beribadah, pengunjung dapat melihat pemandangan hamparan bukit dan pohon pinus yang begitu indah di bagian belakang masjid.

Selain digunakan para pengunjung untuk beribadah, masjid Jabal Nur ini juga sering dimanfaatkan ratusan pedagang di Tangkuban Perahu untuk menjalankan shalat berjemaah.  Masjid Jabal Nur sendiri hanya dibuka dari pukul 08.00-17.00 WIB, sehingga masjid ini hanya digunakan untuk shalat tiga waktu yaitu dzuhur, ashar dan magrib.

Selain memberikan kemudahan dalam beribadah, berdirinya Masjid Jabal Nur ini diharapkan bisa menarik kunjungan wisatawan ke Tangkuban Perahu di saat libur Lebaran mendatang. Karena selain menjual ikon utama Kawah Ratu, pengunjung juga bisa berfoto dengan latar belakang pohon pinus.

Masjid ini memiliki semacam keunikan karena ada di pinggir kawah aktif. Sebagian pengunjung yang datang bahkan menyebut bila sedang berada di dalam masjid, berasa sedang di negeri di atas awan karena bisa merasakan langsung kabut dan udara dingin yang langsung menggigil di kulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *