Pemasangan Kubah Masjid Baitunnur

pemasangan kubah

Pemasangan kubah, Alhamdulillah telah terpasang dengan lancar dan baik kubah masjid baitunnur di Desa Cabak, Tlogowungu, Pati. Kubah yang di pasang kali ini dengan model kubah panel, dengan ukuran diameter bawah 590 cm dengan tinggi 383 cm. Warna yang dominan Biru langit di kombinasikan dengan warna kuning, hijau dan putih ini terlihat cerah dan fresh. Sehingga membuat kubah terlihat jelas.
pemasangan kubah
Sangat senangnya panitia melihat terpasangnya kubah ini, dan selalu terbuka dalam perbantuan pada proses pemasangan. Kami sebagai Tim rakit sangat berterima kasih dengan bantuan yang di tawarkan, menjadikan tim tenang, aman dan nyaman. Selain itu pemasangan kubah ini telah di dokumentasikan dengan proses yang jelas, agar calon customer lebih jelas tentang bagaimana pemasangan yang Mustaka lakukan, beda dari pada yang lain.

Kubah panel mustaka memiliki 5 keunggulan yang wajib Anda ketahui, sebagai referensi ketika Anda ingin membeli kubah. Berikut keunggulannya:
  1. Proses perakitan panel dari sisi dalam kubah. Di mana pada umumnya pemasangan panel di lakukan dari sisi luar kubah. Hal ini di karenakan mempertimbangkan faktor K3 terutama keselamatan kru kami.
  2. Sistem komputerisasi yang kami gunakan mampu menghasilkan pola panel yang lebih presisi, hasilnya setiap panel yang kami produksi sudah terdapat sistem pelubangan di awal yang nantinya di gunakan sebagai acuan dalam proses perakitan di lapangan, sistem yang kami kembangkan ini dapat mengurangi human error dan sudah terbukti di lapangan dengan durasi pekerjaan yang sangat cepat.
  3. Perakitan yang simultan, seluruh kru dapat bekerja secara bersamaan untuk mengerjakan rangka kubah sekaligus memasang panel-panel kubah, pada umumnya perakitan panel menunggu pekerjaan rangka kubah selesai terlebih dahulu, namun dengan bantuan simulasi dari tim engineering kami, semuanya secara simultan dapat di kerjakan secara serempak, mempercepat proses pekerjaan.
  4. Pemicu karat sesungguhnya bukan berasal dari material panel, namun berawal dari baut SDS/Roofing yang dipasang di sisi luar kubah, aliran air yang berasal dari korosi baut dapat mengotori kubah anda, untuk itu kami menghilangkan seluruh baut SDS/roofing yang terlihat dari luar secara minimal, kubah panel anda terlihat lebih bersih, rapi dan awet.
  5. Kami selalu mempertahankan bentuk panel yang propotional didalam setiap ukuran kubah, tidak terlalu jajaran genjang tidak pula terlalu belah ketupat.

pemasangan kubah

Itulah di atas keunggulan kubah panel mustaka yang wajid Anda ketahui. Dalam pemasangan di masjid baitunnur ini kubah panel mustaka berinovasi. Pada daun setiap panel menggunakan las titik pada penguncian setiap sudutnya. Berbahan zincalume dengan pewarnaan powder coating serta rangka yang sudah di buat dengan lengkungan sesuai gambar yang sejak awal perencanaan dengan panitia. Dan membuat kubah akan berbentuk seperti yang di inginkan.

Untuk melihat pemasangan kubah panel masjid baitunnur, Anda bisa lihat videonya di bawah ini.

Admin: BN

Pemasangan Kubah Masjid Raudhatul Jannah

mustaka

Alhamdulillah…

PT Mustaka Multi Tehnik telah menyelesaikan sebuah amanah dari seluruh panitia Masjid Raudhatul Jannah dalam pemasangan kubah masjid. Sungguh sambutan yang hangat, kami ucapkan untuk seluruh panitia. Menjadikan kami nyaman dan aman dalam bekerja, warga yang senantiasa membantu dalam perakitan kubah.

Masjid Raudhatul Jannah merupakan masjid yang dulunya musholla. Masjid ini mulai di renovasi pada akhir tahun 2020 hingga sekarang, dan resmi menjadi sebuah masjid. Apalagi yang telah di tunggu sekarang telah tiba dan terpasang pada tempatnya dengan waktu yang sudah di rencanakan. Tentu saja membuat para jamaah masjid sangat bahagia dan senang, karena apa yang mereka tunggu kini sudah terpasang dengan sempurna.

mustaka

Apa itu yang mereka tunggu? Sesuatu yang menjadi simbol sebuah masjid yaitu Kubah. Pemasangan kubah masjid yang kami kerjakan pada masjid raudhatul jannah ini berbeda dari kubah pada umumnya yang kami pasang, karena memiliki tinggi kubah lebih dari standar biasanya. Dengan diameter bawah 600 cm, tinggi 750 cm ini menjadikan bangunan masjid dan kubahnya terlihat lebih gagah, apa lagi kubah yang diminta ini model kubah panel.

mustaka

Kubah Panel Kami

Kubah panel yang kami buat menggunakan bahan dasar zincalume yang memiliki tebal mulai dari 0,3 mm-0,6 mm, serta menggunakan pelapisan dengan sistem powder coating, itu akan membuat kubah menjadi lebih tahan lama serta memiliki warna yang cerah dan mengkilap. Bukan hanya dari segi pelapisan warna namun juga penguncian pada setiap daun kubah, penguncian pada setiap panel kami letakkan di dalam kubah. Ternyata penguncian pada setiap panel di dalam, memiliki beberapa keunggulan. Seperti baut SDS/roofing tidak terlihat dari luar, membuat penampilan kubah lebih rapi dan menarik. Baut SDS/roofing yang di pasang di luar dapat memicu terjadinya karat, karena air hujan atau embun akan mengendap pada selah baut dan sulit keluar, jika terlalu lama akan menjadi karat yang dikit demi sedikit merembet kebawah.

Untuk itu kami selalu mengedepankan inovasi produk kami agar kualitas tetap terjaga dan semakin maju. Karena kepuasan konsumen adalah prioritas kami sebagai produsen kubah masjid.

Admin: BN

Perbedaan Galvalume dan Zincalume

kubah mustaka

baja ringan

Baja ringan sekarang lebih popular di bandingkan dengan menggunakan kayu. Alasan di antaranya ialah harga kayu lebih mahal dan mungkin juga ada yang sulit mendapatkan kayu dengan kualitas bagus. Tidak hanya itu, kanyu juga beresiko di makan rayap dalam jangka waktu yang lama, sehingga sekarang banyak pembangunan beralih menggunakan baja ringan sebagai bahan materialnya.

Ada beberapa jenis baja ringan yang ada di pasaran dan berikut jenis – jenisnya:

baja ringan

Galvalume

Galvalume di kembangkan dengan dasar perlindungan eloktrolisa atau reaksi pengorbanan diri (sacrificial) dari suatu logam (zinc) untuk melinkdungi logam lain (baja). Selain itu metode ini di lengkapi dengan lapisan pelindung (barrier) berupa Al untuk menghentikan korosi. Komposisi terbaiknya adalah 55% Al – 43,5% Zinc – 1,5% Silikon.

baja ringan

Zincalume

Zincalume merupakan merk dagang dari salah satu produsen yang cukup terkenal dan juga termasuk pioner dalam produk baja ringan. Saat ini konsumen menduga bahwa zincalume adalah material baja ringan, ternyata dugaan itu salah. Karena kandungan setiap komposisi zincalume sama dengan kandungan komposisi dari pada galvalume, denggan kata lain zincalume dan galvalume itu sama.

Kekuatan dan ketahanan material tergantung ketebalan material dan anti karatnya. Sekarang banyak perusahaan – perusahaan yang menggunakan material ini sebagai bahan baku bagi produk yang hendak di jual. Beberapa contoh misalnya perusahaan pintu kamar mandi, kubah masjid dan mungkin masih banyak lagi produk yang dapat di buat dengan material ini. Dilihat dari kandungan komposisi Zincalume atau Galvalume memiliki sifat anti karat atau korosi lebih besar dari pada Galvanise. Komposisi dari galvanis didominasi oleh zinc sebanyak 97%, kurang lebih 1% alumunium, dan sisanya bahan logam lainnya. Sehingga lapisan tersebut bisa melindungi dari pulotan – pulotan yang menyebabkan karat pada baja.

baja ringan
Admin: BN

Apa itu Zincalume® AZ 100 dan AZ 150?

Zincalume®

Sebuah produk yang memiliki kualitas bagus tentunya akan menggunakan bahan baku yang bagus pula, agar produk yang di buat tidak mudah rusak atau jelek. Bahan baku yang bagus akan memperoleh hasil yang bagus, entah produknya, customernya, atau tanggapan-tanggapan orang di sekitarnya.

Berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang Zincalume® tipe AZ 100 dan AZ 150, yang sering di gunakan pengrajin kubah masjid.

AZ 100 Merupakan komposisi lapisan 55% aluminium, 43,5% seng, dan 1,5% silikon dengan kadar coating 100 gram/meter persegi. Sedangkan Zincalume® AZ 150 di klaim mengandung logam campuran 55 % alumunium dan 45 % seng dengan kadar coating 150 gram/meter persegi yang di proses dengan akurasi yang tepat sekaligus melalui teknologi tinggi. Tak hanya itu, produknya pun di produksi melalui proses baja celup panas secara kontinyu pada temperatur tertentu. Melihat prosesnya itu, maka wajar jika ZINCALUME® Steel mampu memberikan perlindungan dari korosi.

Di atas merupakan penjelasan tentang AZ 100 dan AZ 150, terus Zincalume® itu terbuat dari apa ? Kenapa banyak pengrajin kubah masjid lebih suka menggunakannya sebagai bahan baku untuk setiap produknya?

Zincalume® merupakan material baja dengan pelapisan yang mengandung unsur alumunium dan zinc. Sifat Aluminium yang tahan karat dikombinasikan dengan Zinc yang keras menjadikan kombinasi dari kedua bahan tersebut lebih tahan karat, kuat dan lebih ringan dibandingkan dengan Galvanis. Untuk itu PT Mustaka Multi Tehnik tidak pernah ragu dalam penggunaan bahan baku dari merek ZINCALUME® Steel, karena sudah terbukti lewat Uji Penyemprotan Larutan Garam, Uji Wilayah Pantai dan Uji Lapangan

Namun berhati-hatilah terhadap banyaknya barang palsu yang beredar di pasaran. Saat ini banyak produsen yang mengaku produk-nya terbuat dari ZINCALUME® Steel namun sekali lagi mereka menegaskan bahwa ZINCALUME® Steel adalah merek dagang yang hanya di produksi oleh BlueScope Steel.

Admin: BN

Keunggulan Kubah Stainless Steel

mustaka

Kubah stainless steel, kubah yang mungkin terdengar sudah biasa namun jenis kubah ini malah memiliki keunggulan yang tidak ada duanya dari jenis kubah lainnya yang sekarang banyak model dan variannya. Jika di lihat dari segi bahan, kubah ini merupakan salah satu jenis kubah yang tergolong populer di pasaran dan banyak di pesan. Selain dari faktor harga kubah stainless steel, jenis ini juga memiliki karakteristik dan beberapa keuntungan yang tidak di tawarkan oleh jenis kubah lainnya.

keunggulan kubah stainless steel
Ilustrasi by Mustakagroup

Sesuai dengan namanya kubah yang berbahan stainless steel ini di kenal memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya ialah kuat dan tahan lama. Di bandingkan dengan jenis kubah lainnya seperti  kubah beton, kubah berbahan galvalum dan jenis lainnya. Bahan stainless Steel memiliki sifat yang kuat dan tahan lama. Dengan bahan tersebut kubah ini mampu bertahan selama bertahun – tahun pada musim dan iklim yang berganti – ganti setiap tahunnya. Walaupun memiliki kualitas yang unggul, harga kubah ini terbilang sangat terjangkau dibanding dengan yang lain. Keunggulan lainnya bisa terlihat dari tidak perlu adanya perawatan khusus. Kubah yang bahannya dari stainless steel tidak perlu perawatan khusus setelah pemasangannya. Apalagi kubah yang berada di atas tentunya akan sulit untuk melakukan perawatan secara rutin. Itulah beberapa keunggulan kubah stainless steel dan mingkin banyak lagi yang menjadi keunggulannya.

Admin; BN

Sejarah Masjid Al Ghamamah di Kota Madinah

Masjid Al-Ghamamah

 


Masjid Al-Ghamamah adalah salah satu masjid bersejarah di kota Madinah, Arab Saudi. Lokasi masjid ini berada sekitar 300 meter sebelah barat daya Masjid Nabawi. Tidak bejauhan dengan Masjid Abu Bakar Siddiq R.A dan Masjid Ali Bin Abi Thalib R.A. Bangunan masjid ini di bangun untuk mengenang beberapa peristiwa penting dimasa kehidupan Rosulullah S.A.W. dan peristiwa penting tersebut juga yang hingga kini melekat sebagai nama masjid ini. Masjid ini bersama kubah masjid bersejarah yang berada di sekitar Masjid Nabawi lainnya sempat di kabarkan berbagai media, akan di gusur oleh pemerintah Arab Saudi dalam rangka proyek perluasan Masjid Nabawi. Hal tersebut lebih kepada ke khawatiran akan lenyapnya situs sejarah Islam di sana. Seperti yang sudah di lansir berbagai media bagaimana mega proyek perluasan Masjidil Haram di kota Mekah. Ternyata menyebabkan lenyapnya situs situs sejarah di sana. 

Namun, hingga tulisan ini kami buat, masjid bersejarah di sekitar Masjid Nabawi masih berdiri kokoh dengan bentuk aslinya. Pemerintah Arab Saudi juga telah melakukan langkah-langkah konservasi terhadap bangunan tersebut termasuk renovasi dan penataan kawasan di sekitarnya. Dengan proyek perluasan Masjid Nabawi. Lokasi Masjid Al-Ghamamah saat ini hanya terpaut beberapa meter dari sudut barat daya areal pelataran Masjid Nabawi paska perluasan. Sehingga komplek Masjid Nabawi pun terlihat jelas dari masjid ini begitupun sebaliknya. Lokasi masjid Al-Ghamamah juga berdekatan dengan dua masjid bersejarah lainnya yakni Masjid AbuBakar Sidik dan Masjid Sahabat Ali bin Abi Thalib.

Nama dan Sejarah Masjid Al-Ghamamah

Di sebut sebagai masjid Al-Ghamamah yang berarti awan mendung, di lahan masjid ini berdiri merupakan tempat Rosulullah S.A.W melaksanakan Sholat Istisqo’ untuk memohon kepada Allah agar di turunkan hujan. Dan segera setelah pelaksanaan sholat awan mendung pun datang menggelayut di susul dengan turun-nya hujan. Itu sebabnya sampai kini masjid ini di sebut Masjid Al-Ghamamah, mengabadikan peristiwa di masa Rosulullah tersebut. Masjid ini juga di sebut sebagai masjid Id atau masjid Hari Raya, karena dalam sejarahnya, lokasi tempat masjid ini berdiri merupakan tempat Nabi Muhammad S.A.W melaksanakan sholat hari raya di empat tahun terahir kehidupan Beliau. Perlu di ketahui bahwa pada masa Rosulullah di tempat ini hanyalah tanah lapang yang beliau gunakan untuk melaksanakan sholat, belum berbentuk sebuah bangunan masjid.

Di lokasi ini atau di lokasi yang berdekatan dengan lokasi masjid ini, Rosulullah S.A.W pernah melaksanakan sholat jenazah bagi Najashi. Beliau adalah Kaisar Aksum di Abbysinia (kini Ethiopia). Dalam riwayat di sebutkan bahwa Najashi adalah seorang raja di kerajaan Aksum di Ethiopia yang beragama Kristen, namun menyambut baik kedatangan kaum muslimin yang mengungsi ke negerinya menghindar dari kekejaman kafir Quraisy Mekah. Di kemudian hari Najashi pun berikrar masuk Islam.

Penulis  ; RHMT
Editor   ;  BN

Beribadah di Atas Bukit Masjid Agung Al Kautsar

Beribadah di Atas Bukit Masjid Agung Al Kautsar

Beribadah di bukit – Masjid Agung Al Kautsar Kendari merupakan bangunan monumental bagi rakyat Sulawesi Tenggara. Di samping menjadi pusat kegiatan ibadah dan dakwah, masjid ini berfungsi sebagai sarana pengembangan budaya. Masjid yang berdiri megah tersebut memiliki sejarah panjang. Pada tahun 1962, di lokasinya berdiri sebuah masjid Komando Resor Militer (Korem) yang dulu di kenal sebagai masjid tentara. Baru pada tahun 1976 pondasi Masjid Agung Al-Kautsar mulai di letakkan.

beribadah di bukitNama Al Kautsar di pilih karena sangat kaya makna. Al Kautsar merupakan surat ke 108 dalam kitab suci Al Quran. Menurut pencetus nama ini, Kepala Kanwil Agama Sulawesi Tenggara K.H. Baedawie, Al-Kautsar berarti pemberian nikmat yang berlimpah kepada umat manusia.

Secara keseluruhan, bentuk awal masjid ini terdiri dari bangunan induk satu lantai, tempat wudhu, WC, kantor, perpustakaan, dan pelataran. Masjid juga di lengkapi kolam air mancur dan menara. Kala itu bagian depan masjid belum berpintu.

Pada periode 2003-2008, masjid di percantik dengan penambahan lantai dua di sisi kanan dan kiri, kaca jendela, teras depan, pembangunan dua buah mimbar, dan ruang istirahat imam. Kolam dan air mancur di depan masjid di rehabilitasi menjadi pelataran baru.

Kubah Masjid Cantik Masjid Agung Al Kautsar

Pada perkembangannya, mimbar diubah kembali menjadi satu saja. Masjid pun diperindah dengan seni kaligrafi Asma’ul Husna di kubah masjid bagian dalam. Saat kita menengadah, akan tampak sederet huruf Arab memesona yang tidak lain adalah nama- nama agung Allah Swt. Selain itu, di dinding masjid terlukis lafaz zikir kepada Sang Pencipta.

Di samping kemegahan bangunannya, Masjid Agung Al-Kautsar juga memiliki kelebihan dalam hal lokasi. Posisinya yang berada di atas bukit membuat masjid ini terlihat sangat memukau.

Masjid ini juga merupakan saksi bisu bencana alam yang sempat melanda kota Kendari pada tanggal 25 April 2011. Ketika itu, gempa berkekuatan 6.0 Skala Richter mengguncang kota dan membuat salah satu kubah kecil yang berada di atas masjid menjadi miring.

Penulis ; RHM
Editor    ; BN

Telusuri Sejarah Masjid Kesultanan Ternate

Telusuri Sejarah Masjid Kesultanan Ternate

Pada malam ke-16 bulan Ramadhan. Sultan Ternate beserta para kerabat dan dewan keagamaan Kesultanan. Di sebut Bobato Akhirat mengadakan sebuah ritual ke Masjid untuk shalat. Sang Sultan akan melakukan Tarawih pada pukul setengah delapan malam. Yang menarik adalah cara Sang Sultan menuju Masjid Kesultanan yang hanya berjarak sekitar 100 meter saja dari Kedaton Ternate. Sang Sultan adakan di usung dengan menggunakan tandu oleh para pasukan Kesultanan dengan di iringi alunan alat musik Totobuang. Setelah Tarawih, Sultan akan kembali ke Istana dengan di ikuti oleh seluruh rakyat yang akan bertemu. Untuk bersalaman, bahkan menciumi kaki Sultan ketika rombongan Sultan sampai di Kedaton. Hal ini di lakukan sebagai sebuah buktik kesetiaan dan kecintaan rakyat Ternate terhadap Sang Sultan.

Ilustrasi di atas adalah sebuah gambaran satu upacara ritual adat Ternate yang bernama Kolano Uci Sabea. Upacara ini merupakan bagian dari keberadaan Kesultanan Ternate yang memiliki latar belakang pemerintahan Islam sejak masa lalu. Adanya Islam sebagai dasar dari segala kegiatan Kesultanan tentu tidak akan lepas dari pendirian sebuah Masjid yang menjadi Masjid Kesultanan. Pengaruh budaya Islam Arab dan budaya lokal Ternate telah membaur dan memunculkan sebuah harmonisasi Islam di Ternate. Salah satu hasil harmonisasi ini adalah Masjid Kesultanan Ternate yang bersejarah dan bernilai budaya tinggi.

Masjid Kesultanan Ternate yang juga biasa di sebut Sigi Lamo ini mulai di bangun sejak pemerintahan Sultan Ternate yang kedua yaitu Sultan Zainal Abidin. Namun beberapa sumber lain juga menyebutkan bahwa Masjid ini baru di bangun pada awal abad ke-17 saat Sultan Saidi Barakati memerintah. Memang belum ada sumber pasti yang menyatakan tahun berdirinya Masjid, namun hingga kini kedua pernyataan di atas menjadi yang paling umum di percaya. Walaupun tahun pembangunan belum dapat di pastikan, Masjid Kesultanan Ternate pada kenyataannya tetap berdiri kokoh dan mengiringi sejarah perkembangan Islam di Ternate.

Arsitektur Majid

Masjid Kesultanan ini memiliki arsitektur yang sangat unik. Tidak seperti bentuk Masjid masa kini yang memiliki kubah masjid, Masjid ini berbentuk limas dengan undakan sejumlah 6 buah. Sekilas, Masjid ini memang tampak seperti Masjid tua di Jawa dengan bentuk denah bangunan kotak serta atap yang terbuat dari rumbia namun kini telah di ganti seng. Komposisi bahan untuk membangun Masjid ini terdiri dari susunan batu dengan bahan perekat campuran kulit kayu pohon Kalumpang. Memang, bila kita mempelajari struktur pembangunan Masjid ini akan tampak sangat sederhana. Namun terbukti, Masjid Kesultanan Ternate ini masih berdiri dengan sangat kokoh hingga masa kini.

Banyak hal unik yang terdapat di Masjid ini. Selain arsitektur dan berbagai tradisi yang sering di lakukan di Masjid ini. Beberapa aturan Masjid Kesultanan ini juga menarik untuk ditelaah. Beberapa aturan yang berlaku di Masjid. Misalnya keharusan menggunakan kopiah saat memasuki bagian dalam Masjid dan larangan untuk menggunakan sarung saat beribadah. Jadi, jemaah Masjid diwajibkan untuk menggunakan celana panjang karena alasan kepercayaan bahwa posisi kaki pria ketika salat menggunakan celana panjang akan menunjukkan huruf Lam Alif yang bermakna dua kalimat syahadat. Selain itu, kaum wanita juga di larang beribadah di Masjid ini untuk menghindari ketidaksengajaan terjadinya datang bulan ketika ibadah. Berbagai aturan ini sudah sangat lama di terapkan dan terus di jaga oleh para penjaga Masjid yang di sebut Balakusu.

Masjid Kesultanan Ternate adalah salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Tidak hanya nilai-nilai Islam yang terkandung dalam keberadaannya, namun Masjid ini juga telah menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan masyarakat Ternate sejak masa lampau. Bila kita menyadarinya, sebenarnya karakter umum warga Ternate kini terbentuk atas peran Masjid Kesultanan Ternate yang sejak dulu telah mengarahkan warganya untuk jadi lebih baik lagi. Masjid tidak hanya sebuah bangunan semata, namun bagian penting dari perkembangan satu peradaban dari jaman ke jaman.

Admin: BN

Kubah Masjid Emas Al Wahab, Manila

Kubah Masjid Emas Al Wahab, Manila

Kubah masjid

Kubah masjid Al-Dahab adalah sebuah masjid yang berada di Manila, Filipina. Masjid ini lebih di kenal dengan nama The Golden Mosque atau Masjid Emas atau dalam bahasa Spanyol di sebut Mezquita del Globo de Oro dan dalam bahasa Tagalog Filipino di sebut Moskeng Ginto. Masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar di Manila dan julukan dengan nama masjid emas karena kubahnya yang pengecatannya dengan warna keemasan yang berkilauan.

Lokasi

Masjid Al-Dahab berdiri di ujung jalan Globo de Oro, nama jalan yang berarti “bola dunia ke-emasan”. Masjid ini berada pada distrik Quiapo yang di diami oleh komunitas muslim Metro Manila. Di sekitar masjid di distrik Quiapo banyak terdapat toko, warung dan rumah makan yang menyajikan makanan halal dan buah buahan segar dari pulau Mindanao, meski pengunjungnya dari beragam latar belakang termasuk pengunjung non muslim. Masjid ini terbuka untuk kunjungan dari kalangan manapun termasuk non muslim yang ingin berkunjung ke masjid hingga ke bagian dalam

Sejarah Pembangunan

Masjid Al-Dahab ini di bangun tahun 1976 di distrik Quiapo, dalam kota Metro Manila di masa pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos berkuasa di Filipina, di bawah pengawasan langsung dari ibu negara Filipina kala itu, Imelda Marcos. Pembangunan masjid Al-Dahab ini di tujukan untuk menyambut kedatangan Presiden Libya Muammar Qaddafi yang sedianya akan datang ke Filipina untuk kunjungan kenegaraan (walaupun nantinya dibatalkan) dalam upaya menengahi pertikaian antara pemerintah Filipina dengan pejuang kemerdekaan Moro (MNLF-Moro National Liberation Front) yang ingin mendirikan Negara berasaskan Islam di gugus kepualauan selatan Filipina yaitu di kepulauan Sulu, Mindanao dan Palawan.

Arsitektur

Masjid Al-Dahab ini di bangun untuk menampung 3000 jemaah, menjadikannya sebagai bangunan masjid terbesar di kota Manila. Lengkap dengan satu kubah masjid besar berwarna ke emasan, warna kubah dengan warna emas itulah yang kemudian menjadikan masjid ini di sebut sebagai The Golden Mosque. Satu menara melengkapi masjid sebagai tempat disuarakannya azan.

Masjid berkubah warna emas ini cukup megah di tengah kota Manila, interior masjid di penuhi dengan lengkungan lengkungan yang elegan. Meski beberapa laporan menyebutkan bahwa eksterior masjid tampak sedikit kurang terawat dengan baik, namun interior masjid dengan nuansa warna kuning terang ini cukup apik dan memberikan kekhususan bagi setiap jemaahnya.

Admin; RHM

Telusuri Keunikan Masjid Al Dana di Abu Dhabi

Telusuri Keunikan Masjid Al Dana di Abu Dhabi

Abu Dhabi – Masjid Al Dana telah di rancang oleh X-Architects di Abu Dhabi, Dubai. Menjadi masjid tengara bagi masyarakat sekitarnya. Dengan area yang di bangun seluas 2.200 meter persegi. Masjid di tempatkan dengan hati-hati di kawasan pejalan kaki tepi laut yang menghadap ke marina.

Kemungkinan desain yang terinspirasi oleh konteks yang menjaga harmoni dengan lingkungan sekitarnya.

Abu Dhabi

“Desain yang di usulkan untuk Masjid Al Dana merayakan ruang sholat pria dan wanita secara merata. ” kata Ahmed Al-Ali, kepala sekolah X-Architects. “ Masjid ini menawarkan ruang doa yang di artikulasikan dengan baik secara spasial yang unik untuk wanita dan merupakan komponen utama dari desain. Bukan sebagai lampiran atau ekstensi. Proposal menarik perhatian pada kesetaraan gender dari sudut pandang praktik. Bahkan, ini tercermin dengan jelas dalam bentuk dan artikulasi massa masjid. ”

Sementara kubah masjid dari struktur kemiringan di maksudkan untuk membangkitkan bukit pasir yang bergeser, Kubah masjid berubah menjadi lentera di malam hari, ketika cahaya dari interior memancarkan ke arah luar. Dan pada siang hari, oculus yang tinggi membawa cahaya siang ke ruang angkasa, yang di sorotkan ke lantai interior tergantung pada waktu membentuk hubungan spiritual antara “interior bumi dan langit surgawi”.

Rancangan

Masjid Al Dana juga dirancang untuk menekankan penghematan energi. Elemen-elemen seperti oculi, perforasi dinding dan
filtrasi cahaya alami memastikan bangunan sejajar dengan langkah-langkah keberlanjutan. “Pendekatan kami pada desain bersifat eksperimental dan eksploratif,” kata Al-Ali. “Kami menata ulang komponen masjid tradisional dan menyelidiki geometri dan bahasa arsitektur. Perspektif baru yang mencerminkan kecerdasan, aspirasi dan visi UEA.”

Dia menambahkan, “Produk akhir bersifat multi-faceted, dan sesuai dengan banyak faktor dan pertimbangan – yang semuanya berinteraksi untuk membuat masjid yang avant-garde namun sangat mengakar dalam budaya dan konteksnya.”

Masjid Al Dana di maksudkan untuk melayani baik sebagai ruang keagamaan maupun sebagai ruang publik dengan plaza. Terinspirasi oleh sahan tradisional, berfungsi sebagai penghubung kota. Menurut Yazeed Obeid, arsitek senior, proyek ini dibaca sebagai intervensi lanskap yang menghubungkan dua tingkat situs dan “memudahkan pergerakan orang, menghubungkan mereka ke kawasan pejalan kaki dan laut”.